Pantun
jenaka merupakan salah satu alternatif karya sastra serius. Karya
sastra ini dihadirkan untuk memberikan hiburan sekaligus nasihat dengan
sindiran dan candaan yang terdapat di dalamnya. Pantun jenaka ini
kemudian dikumpulkan menjadi kumpulan pantun jenaka yang jika dibacakan
akan membuat orang-orang yang mendengarnya tertawa sekaligus berpikir.
Untuk membuat sebuah pantun jenaka, Anda tidak perlu banyak berpikir
apalagi jika membuat rangkaian yang sulit diingat. Anda tinggal
menciptakan dan merangkai beragam kata yang sering didengar. Kata
tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kalimat yang berirama
a-a-a-a atau a-b-a-b.
Pantun jenaka ini diciptakan dengan tujuan untuk menghilangkan rasa jenuh atas rutinitas yang dilakukan oleh masyarakat. Pantun jenaka sendiri memiliki banyak tema yang bisa diangkat, dari mulai religiusitas, pendidikan, sampai tema cinta.
Anda bisa mencari berbagai kumpulan pantun jenaka di situs-situs popular dan menemukan berbagai jenis pantun. Ada yang terdengar lucu, bahkan ada yang memberikan beberapa petuah atau nasihat yang baik untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah salah satu bunyi pantun jenaka yang menggunakan berbagai kata-kata modern dan dikombinasikan dengan kata-kata konvensional atau bersifat alam;
Seperti yang sudah sering dijelaskan, dua baris pertama dalam pantun berisi tentang sampiran dan dua baris kedua merupakan isi. Isi dalam pantun ini terdiri atas nasihat atau candaan yang membawa manusia pada tujuan hiburan dan sesuatu yang bermanfaat.
Ciri-ciri pantun yang dikenal oleh masyarakat adalah sebagai berikut.
Gunakan bunyi yang sama untuk akhiran baris pertama dengan baris ketiga, dan baris kedua dengan baris keempat. Hal ini digunakan agar pantun mudah untuk diingat, sehingga orang-orang zaman dahulu yang belum mengenal alat tulis tidak sulit untuk mendapatkan pengetahuan. Pengetahuan-pengetahun dalam pantun ini bisa tentang akhlak dan budi yang biasanya diberikan oleh guru dan orang tua mereka.
Selain memikirkan sampiran dan isi yang terdapat dalam pantun, kita juga perlu membuat pesan atau amanat dalam pantun. Hal ini merupakan fungsi dari pantun sendiri yang merupakan media penyampai pesan tak tertulis.
Misalnya saja, dalam pantun yang berbunyi ;
Pantun nasihat biasanya digunakan sebagai media untuk memberikan nasihat kepada seseorang. Hal ini bertujuan agar orang tersebut menjadi lebih baik dengan melakukan berbagai kebaikan dan menghindari berbagai keburukan. Sementara itu, pentun jenaka merupakan pantun yang dibuat dengan cara menyindir, memberikan candaan, dan berbagai hal yang menghibur agar terhindar dari rasa tersinggung.
Berikut adalah kumpulan pantun jenaka denan tema cinta dan kehidupan sehari-hari beserta maknanya :
Pantun jenaka lainnya berbunyi;
Dari kumpulan pantun jenaka yang disebutkan di atas, Anda juga tentu memiliki banyak ide yang bisa dikeluarkan untuk membuat sebuah pantun. Pantun-pantun buatan Anda ini dibuat dengan sangat menarik dan bertema apa saja. Pantun-pantun jenaka ini bisa dibuat untuk menghibur seseorang yang sedang sedih, marah, atau pun galau.
Demikianlah pembahasan mengenai kumpulan pantun jenaka yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.
Pantun jenaka ini diciptakan dengan tujuan untuk menghilangkan rasa jenuh atas rutinitas yang dilakukan oleh masyarakat. Pantun jenaka sendiri memiliki banyak tema yang bisa diangkat, dari mulai religiusitas, pendidikan, sampai tema cinta.
Anda bisa mencari berbagai kumpulan pantun jenaka di situs-situs popular dan menemukan berbagai jenis pantun. Ada yang terdengar lucu, bahkan ada yang memberikan beberapa petuah atau nasihat yang baik untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah salah satu bunyi pantun jenaka yang menggunakan berbagai kata-kata modern dan dikombinasikan dengan kata-kata konvensional atau bersifat alam;
buat apa panen kelapa
kalau belum tumbuh tunas
buat apa membeli vespa
cicilan kompor juga belum lunas.
Sebagian orang mungkin akan tertawa mendengarkan bunyi pantun jenaka
tersebut. Namun, sebagian orang yang memiliki utang akan segera terkena
sengatan sindirannya dan berpikir kembali untuk membuat utang yang baru.Terlebih Dahulu Mengenal Pantun
Sebelum berangkat untuk membuat pantun jenaka, terlebih dahulu Anda perlu mengenal pantun beserta ciri-cirinya. Pantun merupakan salah satu jenis puisi Melayu Lama yang tiap baitnya terdiri atas empat larik. Selain itu, pantun juga ada yang bersajak a-b-a-b dengan tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.Seperti yang sudah sering dijelaskan, dua baris pertama dalam pantun berisi tentang sampiran dan dua baris kedua merupakan isi. Isi dalam pantun ini terdiri atas nasihat atau candaan yang membawa manusia pada tujuan hiburan dan sesuatu yang bermanfaat.
Ciri-ciri pantun yang dikenal oleh masyarakat adalah sebagai berikut.
- Tiap bait pantun terdiri atas empat baris
- Tiap baris pantun terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
- Tiap baris bersajak a-b-a-b
- Baris pertama dan kedua berisi sampiran
- Baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun (makna)
Gunakan bunyi yang sama untuk akhiran baris pertama dengan baris ketiga, dan baris kedua dengan baris keempat. Hal ini digunakan agar pantun mudah untuk diingat, sehingga orang-orang zaman dahulu yang belum mengenal alat tulis tidak sulit untuk mendapatkan pengetahuan. Pengetahuan-pengetahun dalam pantun ini bisa tentang akhlak dan budi yang biasanya diberikan oleh guru dan orang tua mereka.
Selain memikirkan sampiran dan isi yang terdapat dalam pantun, kita juga perlu membuat pesan atau amanat dalam pantun. Hal ini merupakan fungsi dari pantun sendiri yang merupakan media penyampai pesan tak tertulis.
Misalnya saja, dalam pantun yang berbunyi ;
buah nangka buah kedondong
jangan dimakan di siang terik
hai teman jangan berbohong
karena berbohong itu tak baik
Pantun tersebut memberikan kata-kata yang sederhana, namun memiliki makna yang baik agar manusia tidak berbohong.Jenis-jenis Pantun
Selain kumpulan pantun jenaka, ada pula jenis-jenis pantun lainnya yang diciptakan demi kepentingan dan kebutuhan kalangan masyarakat tertentu. Misalnya saja, pantun adat yang dibuat untuk menegaskan masyarakat mengenai norma adat yang berlaku di masyarakat tersebut. Berikut adalah contoh pantun adat :
Menanam kelapa di pulau Bukum
sedepa sudah berbuah
adat bermula dengan hukum
hukum bersandar di kitabullah.
Jenis pantun selanjutnya adalah pantun agama yang merupakan media
penyampaian pesan-pesan agama secara universal. Misalnya saja pantun
agama yang berbunyi;
Banyak bulan perkara bulan
tidak semulia bulan puasa
banyak tuhan perkara tuhan
tidak semulia Tuhan yang Esa.
Jenis pantun selanjutnya adalah pantun budi, yakni sebuah
penyampaian pesan mengenai bagaimana seyogyanya seorang manusia
berperilaku. Berikut adalah contoh pantun budi :
Bunga Cina di atas batu
daunnya lepas ke dalam ruang
adat budaya tidak berlaku
sebabnya emas budi terbuang.
Pantun-pantun lainnya yang juga sering muncul dalam kehidupan
sehari-hari masyarakat Melayu, seperti pantun kepahlawanan, pantun
nasihat, dan tentu saja pantun jenaka. Pantun kepahlawanan biasanya
digunakan untuk memberikan apresiasi terhadap para pahlawan negara.Pantun nasihat biasanya digunakan sebagai media untuk memberikan nasihat kepada seseorang. Hal ini bertujuan agar orang tersebut menjadi lebih baik dengan melakukan berbagai kebaikan dan menghindari berbagai keburukan. Sementara itu, pentun jenaka merupakan pantun yang dibuat dengan cara menyindir, memberikan candaan, dan berbagai hal yang menghibur agar terhindar dari rasa tersinggung.
Kumpulan Pantun Jenaka Bertema Cinta
Seperti yang sudah disebutkan di atas, kumpulan pantun jenaka bisa bertema macam-macam, termasuk tema universal yang sering dijadikan topik pembicaraan dalam banyak aspek kehidupan, misalnya tentang cinta. Pantun jenaka bertema cinta ini bisa digunakan untuk menyatakan cinta terhadap pasangan.Berikut adalah kumpulan pantun jenaka denan tema cinta dan kehidupan sehari-hari beserta maknanya :
Buah pisang buah tomat
disimpan di dalam lumbung padi
pantas tercium bau menyengat
rupanya kau yang belum mandi
Pantun tersebut tentu menyindir seseorang yang belum mandi. Dalam
berhubungan dengan siapa pun, baik itu kekasih maupun seorang teman.
Dalam pantun ini mengajarkan bahwa seseorang perlu menjaga kebersihan
tubuh dan hatinya.Pantun jenaka lainnya berbunyi;
Memasak ikan di dalam peti
paling enak dicampur teri
gayanya saja sok selebriti
tapi dompetnya tidak berisi
Pantun ini menyindir kebanyakan orang yang lebih mementingkan prestise dibandingkan
apa yang dimilikinya. Oleh sebab itu, sebaiknya seseorang lebih
bersifat sederhana dan tidak menonjolkan sesuatu yang tidak dimilikinya
ketimbang menonjolkan hal tersebut dan membuat orang merasa tidak
nyaman.
Makan siang di desa sebrang
makan buah di atas sampan
jika cinta pada seseorang
buatlah ia merasa nyaman
Dalam hal ini, pantun jenaka tersebut memberikan nasihat kepada
seseorang untuk senantiasa menjaga kenyamanan demi orang yang
dicintainya.
Malam hari gelap gulita
memakan cabe dicampur minyak
kau memang cantik, cantik jelita
sayang tertawa seperti kuntilanak.
Sebuah sindiran yang cukup lucu dari pantun tersebut mengenai
seorang wanita cantik yang tidak bisa menjaga tingkah lakunya di
hadapan orang dengan tertawa secara berlebihan.
Buah nangka buah manggis
gak nyangka kamu manis
Sebuah pantun mini yang membuat seseorang merasa tersanjung
sekaligus tertawa karena kegombalan yang diungkapkan melalui pantun
tersebut.
Burung merpati terbang ke sarang
sarangnya di pohon jati
ada orang yang aku sayang
diamnya di dalam hati
Sama seperti pantun cinta lainnya, pantun jenaka ini terbilang
gombal. Namun, tidak ada yang melarang seseorang untuk memberikan
pantun jenaka kepada orang yang disayanginya.Dari kumpulan pantun jenaka yang disebutkan di atas, Anda juga tentu memiliki banyak ide yang bisa dikeluarkan untuk membuat sebuah pantun. Pantun-pantun buatan Anda ini dibuat dengan sangat menarik dan bertema apa saja. Pantun-pantun jenaka ini bisa dibuat untuk menghibur seseorang yang sedang sedih, marah, atau pun galau.
Demikianlah pembahasan mengenai kumpulan pantun jenaka yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.


Posting Komentar